Kalender Hijriah 664 H — Panduan Lengkap 1265–1266 Masehi
Kalender Hijriah 664 H adalah referensi penanggalan Islam untuk periode 1265–1266 Masehi. Pada tahun 664 Hijriah ini, umat Islam di seluruh dunia menggunakan kalender lunar yang terdiri dari 354 hari dalam tahun biasa ini. Setiap bulan dimulai dengan terlihatnya hilal (bulan sabit) yang menjadi penanda pergantian bulan dalam sistem penanggalan Islam.
Bagi umat Islam di Indonesia, kalender Hijriah 664 H adalah acuan utama untuk merencanakan ibadah, liburan, dan kegiatan keagamaan. Mengetahui tanggal-tanggal penting dalam kalender 664 H lebih awal memungkinkan persiapan yang lebih matang, baik secara spiritual maupun logistik.
12 Bulan dalam Kalender Hijriah 664 H
Hari-hari Besar Islam Tahun 664 H
Perkiraan tanggal Masehi berdasarkan hisab — tanggal resmi mengikuti sidang isbat Kemenag
Artikel Terkait Kalender Hijriah
Gunakan kalender 664 H ini sebagai panduan umum. Untuk keperluan ibadah yang memerlukan ketepatan tanggal — seperti awal puasa Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha — selalu konfirmasi dengan pengumuman resmi dari Kementerian Agama RI atau organisasi Islam yang Anda ikuti.
Pertanyaan Umum tentang Kalender Hijriah 664 H
Apa perbedaan utama kalender Hijriah 664 H dengan kalender Masehi?
Kalender Hijriah 664 H menggunakan sistem lunar (peredaran bulan) dengan 354 hari per tahun, sedangkan kalender Masehi bersifat solar dengan 365/366 hari. Akibatnya, hari-hari besar Islam dalam tahun 664 H (1265–1266 M) bergeser sekitar 10–11 hari lebih awal setiap tahunnya dalam kalender Masehi.
Bulan apa saja yang termasuk bulan haram di tahun 664 H?
Dalam tahun 664 H terdapat empat bulan haram (bulan yang dimuliakan Allah): Muharram (bulan 1), Rajab (bulan 7), Dzulkaidah (bulan 11), dan Dzulhijjah (bulan 12). Pada bulan-bulan ini pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah.
Bagaimana cara menentukan awal setiap bulan di tahun 664 H?
Awal setiap bulan Hijriah ditentukan dengan dua metode: rukyat (pengamatan langsung hilal/bulan sabit) dan hisab (perhitungan astronomis). Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama menggunakan sidang isbat yang memadukan kedua metode ini. KalenderMuslim.com menampilkan hasil hisab sebagai panduan awal.
Mengapa tanggal Hijriah 664 H bisa berbeda antar negara?
Perbedaan tanggal Hijriah antar negara disebabkan oleh perbedaan metode penentuan awal bulan dan posisi geografis saat rukyat hilal. Arab Saudi sering menjadi rujukan, namun Indonesia, Malaysia, dan negara lain bisa berbeda 1 hari. Ini adalah hal yang wajar dan sudah berlangsung sejak zaman dahulu.
Kapan Maulid Nabi Muhammad SAW di tahun 664 H?
Maulid Nabi Muhammad SAW (12 Rabiul Awal 664 H) berdasarkan perhitungan hisab jatuh pada 2 Maret 1001 Masehi. Peringatan Maulid Nabi merupakan momen untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan memperkuat kecintaan kepada beliau.
Kalender Hijriah Terkait
- Kalender Hijriah 663 H
Lihat kalender Hijriah tahun 663 H
- Kalender Hijriah 665 H
Lihat kalender Hijriah tahun 665 H
- Tanggal Hijriah Hari Ini
Cek tanggal Hijriah hari ini dengan konversi yang akurat
- Jadwal Hari Besar Islam
Lihat jadwal lengkap hari besar Islam
- Print Kalender Hijriah 664 H
Cetak kalender Hijriah tahun 664 H dalam format PDF