Kalender Hijriah 476 H — Panduan Lengkap 10831084 Masehi

Tahun 476 H adalah tahun ke-476 dalam penanggalan Islam yang dimulai sejak Hijrah Rasulullah SAW. Dalam kalender Masehi, tahun Hijriah 476 H berlangsung antara tahun 1083 dan 1084. Sebagai kalender lunar, tahun 476 H memiliki 355 hari — termasuk kategori tahun kabisat dalam sistem Hijriah, yang terbagi dalam 12 bulan dengan panjang 29 atau 30 hari setiap bulannya.

Sebagai bagian dari sejarah panjang peradaban Islam, setiap tahun Hijriah membawa rekam jejak perjuangan umat Muslim sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Tahun 476 H menjadi salah satu momen bagi kita untuk merenungi perjalanan panjang tersebut sambil terus meningkatkan kualitas ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT.

Tahun 476 H adalah tahun kabisat Hijriah (355 hari)

Perlu diketahui bahwa tanggal-tanggal yang tercantum dalam kalender 476 H ini merupakan hasil konversi otomatis berdasarkan algoritma astronomi. Penentuan awal bulan secara resmi untuk keperluan ibadah di Indonesia tetap mengacu pada pengumuman Kementerian Agama setelah sidang isbat.

Pertanyaan Umum tentang Kalender Hijriah 476 H

Apakah tahun 476 H termasuk tahun kabisat Hijriah?

Ya, tahun 476 H adalah tahun kabisat Hijriah yang memiliki 355 hari. Tahun kabisat terjadi 11 kali dalam siklus 30 tahun Hijriah, yaitu pada tahun ke-2, 5, 7, 10, 13, 15, 18, 21, 24, 26, dan 29 dari setiap siklus.

Apa itu kalender lunar dan bagaimana pengaruhnya pada tahun 476 H?

Kalender lunar (Qamariyah) seperti Hijriah didasarkan pada siklus bulan mengelilingi bumi (~29,5 hari per bulan). Dampaknya, tahun 476 H berlangsung dari sekitar pertengahan tahun 1083 hingga pertengahan tahun 1084 Masehi, dan semua hari besar Islam bergeser ~11 hari lebih awal setiap tahun Masehi.

Kapan Isra Mi'raj dan Nisfu Sya'ban di tahun 476 H?

Berdasarkan hisab, Isra Mi'raj (27 Rajab 476 H) diperkirakan jatuh pada 2 Maret 1001 Masehi, sementara Nisfu Sya'ban (15 Sya'ban 476 H) diperkirakan pada 2 Maret 1001 Masehi. Keduanya adalah momen spiritual penting bagi umat Islam.

Apa perbedaan metode hisab dan rukyat dalam kalender 476 H?

Hisab adalah perhitungan matematis/astronomis untuk memprediksi posisi bulan secara akurat — seperti yang digunakan KalenderMuslim.com. Rukyat adalah pengamatan langsung hilal dengan mata atau teleskop. Di Indonesia, Kementerian Agama menggabungkan keduanya melalui sidang isbat untuk penetapan resmi hari-hari besar di tahun 476 H.

Di mana bisa cek tanggal Hijriah 476 H secara akurat?

KalenderMuslim.com menyediakan konversi tanggal Hijriah 476 H yang akurat menggunakan algoritma astronomi. Tersedia juga fitur kalender bulanan untuk setiap bulan di tahun 476 H, konverter tanggal dua arah (Masehi↔Hijriah), dan tampilan tanggal Hijriah hari ini secara real-time.