Kalender Hijriah Dzulkaidah 2027

Dzulkaidah 2027 H: 2 Maret 10012 Maret 1001 Masehi

Bulan Dzulkaidah 2027 H berlangsung selama NaN hari, dimulai pada hari Senin tanggal 2 Maret 1001 Masehi dan berakhir pada 2 Maret 1001 Masehi. Ini adalah salah satu dari 12 bulan dalam tahun 2027 H yang mencakup periode 2588–2589 Masehi. Setiap tahun, bulan-bulan Hijriah bergeser sekitar 10–11 hari lebih awal dalam kalender Masehi, sehingga tanggal Masehi untuk bulan Dzulkaidah selalu berbeda dari tahun ke tahun.

Mulai: Senin, 2 Maret 1001
Berakhir: 2 Maret 1001
Jumlah hari: NaN hari

Kalender Hijriah 2027 H

Kalender Hijriah dengan tanggal Masehi. Lihat penanggalan Hijriah dan Masehi dalam satu tampilan.

Hari Ini
20 Ramadhan 1447 H
Selasa, 10 Maret 2026
1Muharram 2027
Ahd
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
2Safar 2027
Ahd
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
3Rabiul Awal 2027
Ahd
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
4Rabiul Akhir 2027
Ahd
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
5Jumadil Awal 2027
Ahd
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
6Jumadil Akhir 2027
Ahd
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
7Rajab 2027
Ahd
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
8Syaban 2027
Ahd
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
9Ramadhan 2027
Ahd
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
10Syawal 2027
Ahd
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
11Dzulkaidah 2027
Ahd
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
12Dzulhijjah 2027
Ahd
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab

Kalender ini menampilkan tanggal Hijriah dengan tanggal Masehi yang sesuai. Tanggal Hijriah dapat berbeda 1-2 hari tergantung pada pengamatan bulan di lokasi yang berbeda.

Bulan ke-11 Kalender Hijriah

Dzulkaidah

ذو القعدة

Dzulkaidah adalah bulan kesebelas Hijriah dan salah satu dari empat bulan haram. Pada bulan ini jemaah haji mulai berangkat menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji di bulan berikutnya.

Makna Nama

Pemilik duduk atau pemilik istirahat — karena bangsa Arab berhenti beraktivitas dan tinggal di rumah pada bulan ini

Bulan Haram (Bulan yang Dimuliakan)

Tentang Bulan Dzulkaidah

Dzulkaidah adalah bulan kesebelas dalam kalender Hijriah dan termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Kata "Dzulkaidah" berasal dari "dzu" (pemilik) dan "qa'dah" atau "qu'ud" (duduk atau berhenti), sehingga secara harfiah berarti "bulan berhenti" atau "bulan istirahat." Nama ini merujuk pada tradisi bangsa Arab kuno yang berhenti beraktivitas, terutama berhenti berperang, di bulan ini sebagai penghormatan terhadap bulan haram.

Dalam konteks ibadah haji, Dzulkaidah memiliki peran yang sangat strategis. Musim haji secara resmi dimulai pada bulan Syawal dan berlanjut hingga Dzulkaidah, sebelum puncaknya di bulan Dzulhijjah. Para jemaah haji dari seluruh penjuru dunia mulai berangkat dan berkumpul di Tanah Suci pada bulan Dzulkaidah, mempersiapkan diri untuk puncak ibadah haji yang dimulai dari wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Dengan demikian, Dzulkaidah adalah bulan pemberangkatan dan persiapan akhir menuju haji.

Sebagai bulan haram, Dzulkaidah memiliki keistimewaan yang sama dengan Muharram, Rajab, dan Dzulhijjah. Setiap amal kebaikan yang dilakukan di bulan ini mendapat pahala yang berlipat ganda, dan setiap kemaksiatan pun lebih berat konsekuensinya. Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan keistimewaan ini dengan memperbanyak ibadah dan menjauhi segala bentuk dosa selama Dzulkaidah.

Keutamaan & Signifikansi Keagamaan

Dzulkaidah memiliki makna spiritual yang erat kaitannya dengan persiapan dan antisipasi. Bagi jutaan jemaah haji di seluruh dunia, Dzulkaidah adalah bulan di mana perjalanan suci dimulai. Ada sebuah kegembiraan yang tak terlukiskan ketika seorang Muslim pertama kali melihat Ka'bah, mengucapkan "Labbaikallahumma labbaik" (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah), dan merasakan kehadiran di tanah yang paling suci. Semua itu diawali dengan perjalanan dan persiapan di bulan Dzulkaidah.

Bagi umat Islam yang tidak menunaikan haji, Dzulkaidah tetaplah bulan yang istimewa sebagai pengingat akan kewajiban haji yang harus ditunaikan minimal sekali seumur hidup bagi yang mampu. Melihat berita tentang jutaan jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci di bulan ini seharusnya memotivasi setiap Muslim untuk terus berusaha dan berdoa agar suatu hari dapat bergabung dalam kafilah tamu-tamu Allah tersebut. Dzulkaidah juga mengajarkan tentang pentingnya persiapan yang matang sebelum menjalankan ibadah besar.

Fakta Sejarah

Perjanjian Hudaibiyah yang terjadi di bulan Dzulkaidah tahun 6 H adalah salah satu kebijaksanaan diplomasi terbesar Nabi SAW. Ketika kaum Quraisy menolak masuknya rombongan Muslim ke Mekah untuk umrah dan mengajukan syarat-syarat yang tampak berat, banyak sahabat yang kecewa. Namun Nabi SAW menerima perjanjian tersebut dengan keyakinan bahwa di baliknya terdapat hikmah besar. Terbukti, perjanjian damai ini membuka jalan bagi penyebaran Islam yang sangat pesat — dalam dua tahun berikutnya, jumlah Muslim berlipat ganda karena para da'i dapat berdakwah dengan lebih bebas.

Tradisi Arab kuno yang menghormati bulan haram sebagai "bulan perdamaian" memiliki akar yang sangat dalam. Jauh sebelum Islam, suku-suku Arab yang sering berperang secara otomatis menghentikan permusuhan selama bulan-bulan haram. Ini memungkinkan perjalanan dagang, ziarah ke Ka'bah, dan interaksi antar suku berlangsung dengan aman. Islam tidak menghapus tradisi ini, melainkan memberikan landasan teologis yang lebih kuat dan memperdalam maknanya menjadi komitmen spiritual yang tulus, bukan sekadar konvensi sosial.

Peristiwa Penting

Pemberangkatan Jemaah Haji

Para jemaah haji dari seluruh dunia mulai berangkat menuju Tanah Suci (Mekah dan Madinah) di bulan Dzulkaidah untuk mempersiapkan diri menunaikan puncak ibadah haji di bulan Dzulhijjah.

Perjanjian Hudaibiyah (Dzulkaidah 6 H)

Perjanjian damai bersejarah antara Nabi Muhammad SAW dan kaum Quraisy Mekah yang ditandatangani di dekat sumur Hudaibiyah. Meskipun tampak merugikan umat Islam pada saat itu, Allah SWT menyebut perjanjian ini sebagai 'kemenangan yang nyata' dalam QS. Al-Fath: 1.

Umrah Nabi SAW

Beberapa umrah yang dilakukan Nabi SAW, termasuk Umratul Qadha, dilaksanakan di bulan Dzulkaidah. Ini menunjukkan keutamaan melaksanakan umrah di bulan ini.

Amalan yang Dianjurkan

  • Memperbanyak ibadah karena Dzulkaidah adalah bulan haram
  • Mendoakan jemaah haji yang sedang berangkat ke Tanah Suci
  • Memperbarui niat dan tekad untuk menunaikan ibadah haji jika belum
  • Memperbanyak istighfar dan taubat sebagai bulan haram
  • Berpuasa sunnah Senin-Kamis dan puasa tiga hari setiap bulan (ayyamul baidh)
  • Memperbanyak sedekah dan membantu biaya haji saudara yang membutuhkan
  • Menjauhi perselisihan dan menjaga keharmonisan hubungan dengan sesama

Informasi Bulan

Urutan Bulan
Ke-11 dari 12
Nama Arab
ذو القعدة
Bulan Haram
Ya

12 Bulan Kalender Hijriah 2027 H

Lihat kalender bulan lainnya dalam tahun 2027 H