Kalender Hijriah 121 H — Panduan Lengkap 738–739 Masehi
Tahun 121 H adalah tahun ke-121 dalam penanggalan Islam yang dimulai sejak Hijrah Rasulullah SAW. Dalam kalender Masehi, tahun Hijriah 121 H berlangsung antara tahun 738 dan 739. Sebagai kalender lunar, tahun 121 H memiliki 354 hari, yang terbagi dalam 12 bulan dengan panjang 29 atau 30 hari setiap bulannya.
Sebagai bagian dari sejarah panjang peradaban Islam, setiap tahun Hijriah membawa rekam jejak perjuangan umat Muslim sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Tahun 121 H menjadi salah satu momen bagi kita untuk merenungi perjalanan panjang tersebut sambil terus meningkatkan kualitas ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT.
12 Bulan dalam Kalender Hijriah 121 H
Hari-hari Besar Islam Tahun 121 H
Perkiraan tanggal Masehi berdasarkan hisab — tanggal resmi mengikuti sidang isbat Kemenag
Artikel Terkait Kalender Hijriah
Perlu diketahui bahwa tanggal-tanggal yang tercantum dalam kalender 121 H ini merupakan hasil konversi otomatis berdasarkan algoritma astronomi. Penentuan awal bulan secara resmi untuk keperluan ibadah di Indonesia tetap mengacu pada pengumuman Kementerian Agama setelah sidang isbat.
Pertanyaan Umum tentang Kalender Hijriah 121 H
Apa perbedaan utama kalender Hijriah 121 H dengan kalender Masehi?
Kalender Hijriah 121 H menggunakan sistem lunar (peredaran bulan) dengan 354 hari per tahun, sedangkan kalender Masehi bersifat solar dengan 365/366 hari. Akibatnya, hari-hari besar Islam dalam tahun 121 H (738–739 M) bergeser sekitar 10–11 hari lebih awal setiap tahunnya dalam kalender Masehi.
Bulan apa saja yang termasuk bulan haram di tahun 121 H?
Dalam tahun 121 H terdapat empat bulan haram (bulan yang dimuliakan Allah): Muharram (bulan 1), Rajab (bulan 7), Dzulkaidah (bulan 11), dan Dzulhijjah (bulan 12). Pada bulan-bulan ini pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah.
Bagaimana cara menentukan awal setiap bulan di tahun 121 H?
Awal setiap bulan Hijriah ditentukan dengan dua metode: rukyat (pengamatan langsung hilal/bulan sabit) dan hisab (perhitungan astronomis). Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama menggunakan sidang isbat yang memadukan kedua metode ini. KalenderMuslim.com menampilkan hasil hisab sebagai panduan awal.
Mengapa tanggal Hijriah 121 H bisa berbeda antar negara?
Perbedaan tanggal Hijriah antar negara disebabkan oleh perbedaan metode penentuan awal bulan dan posisi geografis saat rukyat hilal. Arab Saudi sering menjadi rujukan, namun Indonesia, Malaysia, dan negara lain bisa berbeda 1 hari. Ini adalah hal yang wajar dan sudah berlangsung sejak zaman dahulu.
Kapan Maulid Nabi Muhammad SAW di tahun 121 H?
Maulid Nabi Muhammad SAW (12 Rabiul Awal 121 H) berdasarkan perhitungan hisab jatuh pada 2 Maret 1001 Masehi. Peringatan Maulid Nabi merupakan momen untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan memperkuat kecintaan kepada beliau.
Kalender Hijriah Terkait
- Kalender Hijriah 120 H
Lihat kalender Hijriah tahun 120 H
- Kalender Hijriah 122 H
Lihat kalender Hijriah tahun 122 H
- Tanggal Hijriah Hari Ini
Cek tanggal Hijriah hari ini dengan konversi yang akurat
- Jadwal Hari Besar Islam
Lihat jadwal lengkap hari besar Islam
- Print Kalender Hijriah 121 H
Cetak kalender Hijriah tahun 121 H dalam format PDF