Ibadah8 menit baca

Keutamaan Bulan Muharram dan Puasa Asyura yang Sangat Dianjurkan

Oleh Tim Kalender Muslim·1 Juli 2024

Bulan Muharram adalah bulan yang sangat istimewa dalam Islam. Di dalamnya terdapat hari Asyura yang memiliki sejarah luar biasa dan puasa yang menghapus dosa setahun yang lalu.

Muharram: Bulan yang Paling Utama Setelah Ramadhan

Di antara dua belas bulan dalam kalender Hijriah, bulan Muharram memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Rasulullah SAW bersabda: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR. Muslim)

Hadis ini secara eksplisit menyebut Muharram sebagai bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadhan. Ini merupakan penghargaan yang luar biasa, mengingat betapa agungnya nilai puasa Ramadhan dalam Islam. Sayangnya, banyak umat Islam yang belum memaksimalkan keistimewaan bulan Muharram ini.

Syahrullah: Bulan Milik Allah

Nabi Muhammad SAW menyebut Muharram sebagai "Syahrullah" yang artinya "Bulan Allah." Penisbatan langsung kepada Allah SWT ini adalah kehormatan yang luar biasa. Dalam tradisi Arab dan Islam, menisbatkan sesuatu kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan tertinggi. Sama seperti masjid disebut "Baitullah" (Rumah Allah) atau Ka'bah dan Al-Bayt Al-Haram.

Hari Asyura: Hari Penuh Sejarah dan Keutamaan

Hari paling istimewa dalam bulan Muharram adalah hari ke-10 yang disebut Asyura. Kata "Asyura" sendiri berasal dari kata Arab "asyarah" yang berarti sepuluh. Pada hari ini terjadi beberapa peristiwa bersejarah yang sangat penting:

Allah Menyelamatkan Nabi Musa AS dari Fir'aun

Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya tentang alasannya. Mereka menjawab: "Ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari Fir'aun, sehingga Musa AS berpuasa sebagai rasa syukur." Rasulullah SAW bersabda: "Kami lebih berhak atas Musa dibanding kalian." Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)

Peristiwa-peristiwa lain pada hari Asyura (menurut berbagai riwayat): Allah menciptakan langit dan bumi, Nabi Adam AS diterima taubatnya, Nabi Nuh AS berlabuh dengan kapalnya setelah banjir besar, Nabi Ibrahim AS diselamatkan dari api, dan banyak peristiwa besar lainnya.

Keutamaan Puasa Asyura

Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan puasa Asyura: "Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)

Menghapus dosa setahun yang lalu adalah keutamaan yang luar biasa! Ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah puasa satu hari ini. Bandingkan dengan puasa Arafah (9 Dzulhijjah) yang menghapus dosa dua tahun (tahun lalu dan tahun akan datang). Keutamaan yang begitu besar dari puasa satu hari ini seharusnya menjadi motivasi kuat bagi setiap Muslim untuk tidak melewatkan puasa Asyura.

Puasa Tasua: Pembeda dari Ahlul Kitab

Rasulullah SAW juga menyarankan agar umat Islam berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasua) bersama dengan hari Asyura. Beliau bersabda: "Jika aku masih hidup tahun depan, aku akan berpuasa pada hari ke-9 juga." (HR. Muslim) Namun Rasulullah SAW wafat sebelum Muharram berikutnya tiba, sehingga beliau tidak sempat melaksanakan niat tersebut.

Hikmah puasa hari ke-9 (Tasua) bersama hari ke-10 (Asyura) adalah untuk membedakan diri umat Islam dari praktik Yahudi yang hanya berpuasa di hari ke-10. Umat Islam dianjurkan untuk berpuasa dua hari: tanggal 9 dan 10, atau tanggal 10 dan 11 Muharram.

Panduan Praktis Melaksanakan Puasa Asyura

Niat Puasa Asyura:

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati Asyura lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk melaksanakan sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."

Tata cara puasa Asyura sama seperti puasa pada umumnya: menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar (imsak) hingga terbenam matahari (berbuka). Puasa ini tidak wajib, namun sangat dianjurkan (sunnah muakkadah).

Amalan Lain di Bulan Muharram

Selain puasa Asyura, di bulan Muharram umat Islam juga dianjurkan untuk:

  • Memperbanyak puasa sunnah secara umum (karena ini bulan terbaik untuk puasa)
  • Memperbanyak membaca Al-Qur'an
  • Memperbanyak istighfar dan taubat sebagai refleksi awal tahun
  • Berdoa memohon keberkahan di tahun Hijriah yang baru
  • Memperbanyak sedekah, terutama kepada anak-anak yatim
  • Menjauhi segala bentuk kemaksiatan

Kesimpulan

Bulan Muharram adalah harta karun spiritual yang sering tidak dimanfaatkan dengan optimal oleh banyak Muslim. Dengan mengetahui keutamaannya dan melaksanakan amalan-amalan yang dianjurkan, terutama puasa Asyura, kita dapat meraih pahala yang luar biasa besar dan memulai tahun Hijriah yang baru dengan modal spiritual yang kuat.

Tag:muharramasyurapuasa asyurakeutamaan